Memasuki Dunia Jurnalistik

Jurnalistik merupakan kata yang awalnya berasal dari Bahasa Perancis, yaitu ‘journ’ yang berarti catatan. Selain itu, AS Sumadiria mendefinisikan jurnalistik sebagai kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media massa kepada masyarakat dengan secepat-cepatnya. Dalam KBBI, kata jurnalistik diartikan sebagai kegiatan menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk media massa.

PRODUK JURNALISTIK

Produk dari jurnalistik itu sendiri ada dua, yaitu news dan views. Perbedaan dari kedua produk jurnalistik tersebut, dapat dilhat dari sudut pandang penulisnya. Untuk produk news, berita yang ditulis bersifat objektif. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat atau apa yang terjadi. Sedangkan untuk produk views, selain melaporkan apa yang dilihat dan terjadi, penulis juga memberikan pandangan atau pendapat mengenai fakta dari laporan tersebut. Produk jurnalistik news dan views mempunyai banyak jenis berita, yang akan dijelaskan di bawah ini.

  • News memiliki lima jenis berita, yaitu: (1) Berita langsung, ciri-cirinya kalimat yang dipakai lugas, tegas, dan berita keluar dengan cepat; (2) Berita khas atau fitur, yaitu berita yang menimbulkan kesan atau rasa saat membacanya; (3) Foto berita, terkadang diperlukan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak tertulis, karena foto bisa menggambarkan ribuan kata; (4) Soft news; dan yang terakhir (5)Hard news, berita yang hasilnya sederhana dan tidak diperlukan berpikir untuk membacanya.
  • Views memiliki tiga jenis berita, yaitu: (1) Opini; (2) Artikel; dan (3) Editorial. Jenis-jenis berita yang tergolong dalam views terkadang tidak mencantumkan semua fakta, namun hanya beberapa fakta yang dipilih. Hal tersebut sudah menunjukkan kesubjektifan dari berita secara tidak langsung. Berita views juga dapat mengungkap opini dibalik pendapat narasumber dengan cara mengutip yang sesuai.

FLASH NEWS (BERITA LANGSUNG)

Berita langsung merupakan berita yang keluar dengan cepat dan berisi laporan mengenai inti dari suatu isu atau acara yang sedang terjadi. Disusun dengan 400-600 kata. Bahasa yang digunakan langsung, lugas, sederhana, singkat. Berita langsung ditandai dengan adanya baris tanggal (dateline). Untuk jenis berita yang lain akandibahas dalam pertemuan selanjutnya.

UNSUR, NILAI, DAN PERTIMBANGAN BERITA

Unsur-unsur yang harus ada dalam berita ada 6, yaitu 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, How). Berita yang baik harus memiliki kelima unsur tersebut, namun terkadang ada beberapa berita yang tidak meliputi kelima unsur tersebut karena memang tidak terlalu diperlukan. Dalam melengkapi kelima unsur berita tersebut, terkadang dimasukkan kutipan-kutipan yang diambil dari narasumber.

Ada enam hal yang mempengaruhi pertimbangan suatu berita ditulis, yaitu pertama berita yang memuat kejadian yang penting. Selain itu berita juga harus mempertimbangkan kedekatan suatu berita tersebut dengan pihak-pihak lain, misalnya suatu berita yang dibuat oleh Kantor Berita ITB juga harus dapat membuat orang yang merasa dekat dengan ITB dapat membaca berita tersebut walaupun lokasi orang tersebut sudah sangat jauh dari ITB. Berita juga ditulis dengan mempertimbangkan orang ternama yang menjadi narasumber. Selain itu, konflik, tragedi, daninovasi juga menjadi pertimbangan untuk menulis suatu berita. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk menulis mengenai konflik dan tragedi harus tetap menjaga citra. Misalnya Kantor Berita ITB dalam menulis berita harus tetap memperhatikan agar citra ITB tetap baik di mata orang lain.

TAHAPAN KEGIATAN

Ada empat tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam membuat berita, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.

  • Planning: Meyiapkan, mencari isu, hingga rapat redaksi. Di Kantor Berita ITB biasanya dilaksanakan rapat sekali dalam seminggu di dapur pembuatan berita (TVST) yang waktunya akan disesuaikan dengan jadwal semua tim.
  • Organizing: Pembagian tugas. Pembagian tugas ini sangatlah penting agar tanggung jawab tiap individu-individu dalam tim jelas. Selain itu, dengan pembagian tugas ini bahan-bahan yang harus diliput menjadi terbagi rata.
  • Actuating: Mengumpulkan data, mengolah, menyebarkan berita. Kegiatan yang satu ini merupakan inti dari kegiatan pembuatan berita. Kantor ITB biasanya pertama-tama mengumpulkan data dengan meliput suatu kegiatan yang diadakan oleh ITB melalui wawancara narasumber dan observasi langsung. Kedua, mengolahnya, yaitu menulis berita dengan tetap memperhatikan citra ITB. Terakhir, setelah berita tersebut jadi, di-publish ke web itb.ac.id (website resmi ITB) tentunya setelah dicek konten dan tata bahasanya oleh pemimpin redaksi.
  • Controlling: Deadline dan evaluasi. Setelah berita tersebut ter-publish maka akan ada evaluasi dari berita tersebut, misalnya ada yang komplain mengenai konten atau hal yang lainnya. Maka berita tersebut akan di-unpublish dulu, diedit (dibuat revisinya), dan di-publish lagi kemudian.

BAGIAN BERITA

Berita terbagi menjadi 4 bagian utama, yaitu judul, lead (pendahuluan), badan (isi), dan kaki (penutup). Kesemuanya harus saling berkesinambungan sehingga pembaca dari berita tersebut mengerti isi beritanya. Panjangnya suatu berita juga disesuaikan oleh media massa yang menyebarkan berita tersebut. Misalnya, berita di koran di tulis selengkap-lengkapnya dan sedetil mungkin, berita di televisi dikemas secara interaktif, sedangkan lain halnya dengan berita di web yang harus singkat dan padat sehingga yang membaca tidak jenuh.

  1. Judul Berita: Berfungsi untuk mengiklankan berita dan ditulis secara singkat, lugas, padat, dan menggambarkan seluruh isi pokok berita yang terangkum dalam teras. Judul berita diusahakan tidak lebih dari satu baris dan menggunakan tata cara penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika judul berita tidak cukup dibuat dalam satu baris, maka dapat dibuat sub-judul untuk membantu menerangkan isi pokok berita dari judul.
  2. Lead (Teras Berita): Teras berita terdapat dalam alinea pertama setelah judul berita yang mencakup bagian yang penting dan menarik dari suatu berita. Dalam bagian ini juga harus terdapat semua unsur-unsur berita, yaitu 5W+1H dengan salah satu unsur yang diutamakan. Teras berita tidak perlu menerangkan berita secara panjang lebar, cukup dengan 3-4 kalimat saja. Teras berita selalu diawali dengandateline, di Kantor Berita ITB format penulisan dateline adalah BANDUNG, itb.ac.id – (NAMA KOTA, sumber -).
  3. Badan (Tubuh Berita): Fungsinya untuk mendukung, memperjelas, dan melengkapi hal-hal yang terdapat dalam teras berita agar dapat mencakup semua unsur berita (5W+1H). Berisi uraian lebih detail daripada bagian teras berita. Dalam penulisan tubuh berita, harus adaflow (aliran cerita) yang saling terintegrasi satu sama lain, tidak boleh lompat-lompat, tulisan harus terstruktur dengan rapi dengan bentuk piramida terbalik. Alur dari sebuah berita harus menarik agar dibaca sampai bagian akhir.
  4. Kaki Berita: Penutup dalam sebuah berita yang bisa berisi simpulan suatu berita (namun bukan opini) dan bisa juga kaki berita yang dapat memancing rasa dan umpan balik dari para pembaca. Kaki berita dapat berbentuk paragraf untuk simpulan berita, namun bisa juga berupa sebuah kutipan yang diambil dari narasumber untuk memancing rasa dan umpan balik pembaca.

SMP – Jumat, 1 Oktober 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s