Feature News & Teknik Wawancara

Hari Sabtu, 2 Oktober 2010 Kantor Berita ITB kembali mengadakan pertemuan untuk para ‘magangers’ Kantor Berita ITB 2010 di Gedung Annex Lantai 3. Pertemuan dimulai kurang lebih pada pukul 08.00 WIB. Tanpa merasa diburu-buru seperti minggu lalu karena terlambat, minggu ini saya dan Vidya datang tepat waktu. Kami sudah duduk manis dan membuat kopi di ruangan 3×4 m tersebut sebelum pukul 08.00 WIB. Setelah menunggu beberapa rekan  ‘magangers’ lain, pertemuan pun dimulai. Hari ini, seperti yang telah dijanjikan minggu lalu, akan membahas mengenai “Feature News dan Teknik Wawancara.”

Penjelasan mengenai feature news diterangkan oleh Kak Prita. Walaupun sepertinya beliau agak terburu-buru dalam menjelaskan, namun saya tetap dapat menangkap poin-poin yang telah dijelaskan. Terus terang, saya mendapat banyak hal dari sesi ini, karena sebelumnya saya belum tahu sama sekali mengenai jenis berita yang satu ini. Berita fitur ternyata sangat berbeda dari berita langsung. Berita fitur dapat menjelaskan sesuatu yang lebih mendalam, fleksibel, dan detail. Hasil dari berita fitur pun bermacam-macam, ada analisis dan opini, profil/interview, pengalaman pribadi, informasi dasar, dan juga human interests. Dalam menyusun berita fitur, bahasa yang dapat digunakan pun bermacam-macam, ada personal tone, anekdot, rethorical questions, direct quotes, facts, dan juga emotive words. Biasanya dalam berita fitur, gaya penulis menjadi salah satu ciri khas dari berita tersebut.

Untuk sesi yang kedua, dijelaskan mengenai teknik wawancara. Jujur, saya merasa kurang mendapat banyak ilmu disini karena mungkin saya sudah mempelajarinya di kelas studio saya, yaitu kelas Studio Proses Perencanaan. Di kelas tersebut juga dijelaskan secara rinci mengenai berbagai macam metode survey, baik itu survey primer dan sekunder. Termasuk di dalamnya teknik wawancara yang tergolong metode survey primer. Selain sudah mendapat pelajaran di kelas, himpunan saya di ITB, yaitu HMP Pangripta Loka juga menerima layanan survey bagi mahasiswa tingkat atas yang sedang mengerjakan TA. Dari situ juga saya mendapat banyak pengalaman mewawancarai responden. Walaupun kurang banyak mendapat ilmu, namun apa yang disampaikan sudah cukup menarik.

Setelah menjelaskan mengenai teknik wawancara, kami para ‘magangers’ kembali diberikan tugas. Tugas kedua ini adalah terjun langsung untuk mewawancarai unit-unit yang ada di ITB dan menuliskannya hasil wawancara tersebut ke bentuk artikel berita fitur. Untuk proses wawancara, kami diberi kesempatan untuk melakukannya dalam tim (berdua). Saya berkesempatan mewawancarai LPM ITB dengan Sanur, salah satu ‘magangers’ juga dari prodi Teknik Industri ITB 2008. Sekian, cerita saya mengenai resume dari pertemuan kedua ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s