Cara Memilih Venue Pernikahan

Saat saya dan F mencari wedding venue, kami hanya bisa survey tempat saat weekend karena F bekerja di Bandung dan saya bekerja di Jakarta,  Jadilah, agar lebih efisien, saya dan F sudah banyak googling dulu calon-calon tempatnya (oke, saya sih lebih tepatnya), F hanya berkontribusi sedikit, tapi dia pada akhirnya buat rute survey kok, good job f! Setelah membuat shortlist dan rute dari hasil googling, pencarian pun dimulai! Setelah dua minggu keliling Jakarta dan sekitarnya, serta menghadiri satu pameran wedding, ternyata, ada beberapa tips and trick untuk memilih venue yang ingin kami share.

  1. Tentukan jumlah undangan. First thing first. Ini wajib harus diselesaikan sebelum mulai mencari tempat. Kenapa? Tidak ada gunanya juga kan, sudah cocok lokasi, harga, akses, desain tempat dan lain-lain, tetapi tidak cukup untuk menampung tamu, atau malah terlalu luas sehingga dapat membuat akan membuat kesan ‘sepi’.
  2. Tentukan tema dan konsep. Seperti apa pernikahan impian kamu? Biasanya pernikahan itu dibagi menjadi tiga konsep, yaitu indoorsemi outdoor/indoor, dan outdoor. Kalau saya pribadi, inginnya semi outdoor/indoor, tidak ingin menikah dengan nuansa taman karena terlalu mainstream, lihat-lihat opsi tempat, sepertinya menikah di rooftop atau beach menarik. Ternyata f juga sama, dia ingin sekali menikah di venue yang memiliki rooftop! Lalu temanya seperti apa? Apakah menggunakan adat tradisional, nasional, atau bahkan internasional? Hal ini akan mempengaruhi venue yang akan dipilih.
  3. Tentukan budget untuk sewa tempat dan perhatikan fasilitas yang diberikan. Ada yang harga sewanya nett, ada yang belum termasuk pajak. Beberapa ada yang sudah all in, namun ada juga yang memiliki beberapa biaya tambahan yang harus dibayarkan, seperti biaya listrik, biaya keamanan, biaya vendor bukan rekanan, dan lain sebagainya.
  4. Pertimbangkan lokasi, kapasitas parkir, dan akses masuk tempatnya. Lokasi yang strategis, tapi akses jalan masuk nya sempit, berkelok-kelok, tentunya akan menyulitkan tamu undangan. Tempatnya indah, calon pengantin keduanya sudah sreg, tetapi lokasinya di penghujung dunia Jakarta (berlebihan) baca: Jakarta coret sedikit, apakah kedua keluarga sudah oke akan hal ini atau tidak. Lahan parkir yang sempit dan terbatas? Kalau kata orang tua saya sih, coret saja dari pilihan, katanya suka buat orang malas datang ke acara.
  5. Perhatikan beberapa kriteria tambahan berikut khusus untuk memilih venue indoor. Akses ke ruangan, apakah banyak tangga atau bisa menggunakan lift? Kasihan kan kalau ada tamu yang sudah sepuh (tua) harus naik tangga. Tingginya ceiling dan ruangan yang sudah full karpet, membuat ruangan terlihat lebih mewah.

Semoga dapat membantu yaaa, saya akan tambah lagi jika ada yang kelupaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s