Pengalaman: Hamil dan Melahirkan di Inggris

Kaget, bahagia, sedih, khawatir, semua perasaan campur aduk begitu mengetahui bahwa saya sedang positif hamil 5 minggu saat H-4 keberangkatan saya untuk studi selama 4 tahun di Inggris. Suami saya sedang bekerja di Korea Selatan sehingga ada kekhawatiran sendiri untuk menjalani proses kehamilan pertama ini secara mandiri, jauh dari orang tua pula. Belum lagi, kekhawatiran saya setelah anak ini lahir, akan menjadi tantangan tersendiri untuk mengurus bayi di perantauan, sendirian, tanpa dukungan kehadiran fisik dari suami dan orang tua. Tulisan ini saya buat untuk mempersiapkan diri saya sendiri untuk menjadi ibu sekaligus pelajar di Inggris.

Fasilitas Kesehatan Ibu dan Anak Gratis

Salah satu hikmah hamil saat saya harus studi di Inggris, salah satunya adalah biayanya yang gratis. Seluruh biaya untuk fasilitas kesehatan bagi ibu dan anak gratis, mulai dari hamil hingga melahirkan. Kontrol rutin kandungan, screening tests, pemeriksaan darah, vitamin (jika diperlukan), injeksi, imunisasi, vaksinasi, hingga biaya melahirkan, semuanya ditanggung oleh pemerintah melalui National Health Service (NHS). Selain itu, calon ibu juga berhak mendapatkan layanan perawatan gigi gratis (free dental care and treatment) selama hamil dan 1 tahun setelah bayi lahir, info lebih lengkap bisa baca di NHS Free Dental Treatment for Pregnant Women.

Informasi Terkait Kehamilan dan Melahirkan di Inggris

Dulu pihak Maternity Services memberikan banyak buku terkait kehamilan dan melahirkan dan mengurus bayi, untuk dibaca oleh calon ibu. Sekarang sudah tidak lagi, saat pertama kali kontrol kandungan, saya hanya diberikan booklet terkait Screening Tests For Pregnant Women & Baby. Selain booklet tersebut, semua informasi lengkap bisa dibaca di NHS Pregnancy and Baby Care. Menurut saya, informasi yang diberikan di situs tersebut sudah cukup lengkap.

Selain baca dari situs tersebut, berdasarkan rekomendasi dari salah seorang sahabat, saya juga membeli buku What To Expect: When You’re Expecting yang ditulis oleh Heidi Murkoff. Buku tersebut ditulis dan dicetak di Inggris, sehingga bahasa, istilah, dan informasinya sangat relevan untuk dibaca oleh calon ibu yang akan melahirkan di Inggris. Perlu diingat (termasuk untuk saya sendiri), saat melahirkan dan mengurus bayi, jangan terlalu textbook, jangan stres jika tidak bisa melakukan sesuai seperti apa yang ada di buku.

Selain dari situs dan buku, saya juga mengunduh beberapa aplikasi di telepon genggam saya, ada banyak sekali aplikasi yang tersedia, namun setelah survey ke sepupu dan sahabat yang sudah melahirkan, ada tiga aplikasi utama yang akhirnya saya unduh dan saya rekomendasikan antara lain Pregnancy Tracker & Baby Development AppBabyBump Pregnancy Pro with Baby Names, dan Pregnancy & Baby | What to Expect.

Registrasi di Maternity Services Terdekat

Hal pertama yang perlu dilakukan saat sudah positif hamil adalah mendaftarkan diri di Maternity Services terdekat. Sebenarnya daftar Maternity Services berbeda dengan daftar General Practicioner (info lebih lanjut baca tulisan Panduan Persiapan Kuliah di University College London). Untuk daftar General Practicioners harus sesuai lokasi tempat tinggal dan harus masuk dalam catchment area tempat tinggal. Sedangkan daftar Maternity Services bisa self-refer, tidak harus yang terdekat, bisa pilih ingin kontrol kandungan dan melahirkan di unit mana pun, tetapi jangan lupa untuk pertimbangkan akses, jarak, serta waktu tempuh saat akan melahirkan nanti, apalagi kalau ada kondisi darurat tertentu. Untuk mencari Maternity Services terdekat, bisa cek di situs NHS Find Maternity Services. Sebenarnya dari tempat tinggal (Camden, London) lebih dekat “University College Hospital” lokasinya juga tinggal menyebrang kalau dari tempat studi saya. Namun setelah baca beberapa ulasan di Mumsnet, katanya di University College Hospital sangat ramai sehingga waktu tunggu cukup lama untuk mendapatkan jadwal kontrol, hasil tes darah sering hilang sehingga harus tes darah ulang, serta kurang perhatian ke calon ibu dan pasangannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih “The Whittington Hospital” walaupun agak jauh tetapi akan lebih diperhatikan dibandingkan dengan di “University College Hospital”. Kriteria lain juga karena The Whittington Hospital memiliki birth centre dan labour ward dalam satu gedung, hanya beda lantai (informasi lebih lanjut bisa dibaca di bawah).

Sudah menentukan pilihan? Selanjutnya, bagaimana melakukan pendaftaran diri di Maternity Services? Caranya langsung datang ke Maternity Services terpilih, cari unit antenatal. Setelah sampai di unit antenatal, informasikan ke resepsionis bahwa sedang hamil dan ingin mendaftarkan diri dengan cara self-refer (sebenarnya cara normalnya adalah daftar ke general practicioner terlebih dahulu dan minta referensi dari general practicioner, namun cara ini lebih lama dan berbelit-belit, langsung saja self-refer). Resepsionis akan memberikan formulir untuk diisi, isiannya data diri pribadi (usahakan sudah punya nomor telepon dan alamat sementara/permanen selama di Inggris), data general practioners (jika sudah terdaftar), dan data visa atau izin tinggal di Inggris (jangan lupa bawa kartu BRP dan catat juga nomor NHS). Setelah formulir lengkap diisi, serahkan kembali ke resepsionis, dan bisa langsung pulang ke rumah.

Jadi, kapan bertemu bidan/dokternya? Di Inggris ketemunya bidan (midwife), bukan dokter, sistemnya antri, jadi setelah daftar, kita harus menunggu diinformasikan jadwal pertemuan dengan bidan. Seharusnya dalam kurun waktu 10 hari setelah daftar dan isi formulir, akan ada surat pos yang dikirim ke tempat tinggal untuk menginformasikan jadwal untuk antenatal appointments (jadwal kontrol kandungan dengan bidan untuk yang pertama kalinya). Harus sabar, tidak seperti di Indonesia yang bisa langsung bertemu dengan dokter. Pengalaman saya sendiri, tiba di Inggris 27 Maret 2017, langsung mendaftarkan diri keesokan harinya pada 28 Maret 2017, namun baru dapat jadwal untuk first antenatal appontment pada 3 Mei 2017. Cukup lama ya, maklum gratis. Oia, penting untuk selalu menginformasikan alamat terbaru karena semua jadwal dikirim melalui surat pos, tidak bisa lewat telepon atau email.

Jadwal Rutin Kontrol Kandungan (Antenatal Appointments)

Di Inggris kontrol kandungan sudah terjadwal, tidak bisa sembarangan bisa datang ke rumah sakit terpilih untuk bertemu bidan, jadwalnya juga ternyata tidak rutin setiap bulan, tetapi tergantung usia kandungan, informasi lengkapnya bisa dibaca di NHS Antenatal Appointment Schedule. Pengalaman saya saat tiap menghadiri antenatal appointments bisa baca di Pengalaman Kontrol Kandungan di Inggris (The Whittington Hospital).

Jumlah dari antenatal appointment yang diberikan gratis oleh NHS selama kehamilan yaitu 6 pertemuan untuk kontrol kandungan biasa dengan midwife atau general practicioner (atau 9 pertemuan jika anak pertama), dan 2 pertemuan untuk ultrasound scan (saat usia kandungan antara 8-14 minggu dan 18-22 minggu). Dalam setiap antenatal appointment dengan midwife atau general practicioners, biasanya hanya dilakukan pemeriksaan rutin untuk tekanan darah, kadar protein dalam urin, serta detak jantung bayi. Bukan di USG setiap kontrol, bayangkan, hanya bisa melihat bayi 2 kali selama 9 bulan, sedih, sedangkan di Indonesia setiap kontrol bisa dapat foto USG. Hanya bisa disyukuri saja, apalagi semuanya gratis.

Pada setiap kontrol dengan midwife atau general practicioner calon ibu diwajibkan untuk selalu tes urin untuk dicek kadar proteinnya. Sedangkan setiap seluruh kunjungan dalam proses kehamilan (baik itu kontrol kandungan, cek darah, ultrasound scan, dan lain sebagainya) diwajibkan untuk selalu membawa Antenatal/Labour Casenotes (buku jurnal kehamilan).

Antenatal appointment yang sudah ditentukan dalam sistem harus dihadiri jika tidak ingin ditunda lebih lama lagi, karena biasanya untuk membuat reschedule butuh waktu 2-3 minggu. Atur jadwal sebaik mungkin agar tidak bersamaan dengan jadwal kuliah, praktikum, bimbingan dengan supervisor, meeting atau agenda lainnya. Bidan terbuka dengan kesibukan calon ibu, sebaiknya sebelum menentukan tanggal antenatal appointment untuk dimasukkan dalam sistem, pertimbangkan dulu agenda yang lainnya.

 

Belajar di Antenatal Classess dan Workshops

Selama kehamilan calon ibu akan diberikan informasi mengenai diet dan nutrisi, dan dapat menghadiri berbagai kelas dan workshop seperti kursus menyusui, kelas untuk persiapan melahirkan, dan berbagai kelas lainnya. Sayangnya beberapa kelas mewajibkan kehadiran partner atau pendamping, sedangkan suami saya bekerja di Korea Selatan, terpaksa tidak bisa ikut kelas dengan lengkap. Beberapa kelas yang sudah saya daftarkan antara lain: Parentcraft Workshop (12 September 2017) dan Breastfeeding Workshop (19 October 2017).

Preskripsi Vitamin Kehamilan

Saat kontrol kandungan, jika semua hasil tes normal, calon ibu tidak akan diberikan vitamin apapun dan diminta untuk memenuhi sendiri (beli sendiri, tidak ditanggung NHS). Setelah kunjungan pertama, semua hasil tes saya normal, akhirnya bidan merekomendasikan Vitabiotics Pregnacare, vitamin kehamilan yang dijual bebas. Walaupun agak mahal, demi kesehatan calon bayi, saya menuruti saran bidan tersebut dan sampai sekarang rutin minum vitamin tersebut.

Berbeda halnya jika saat kontrol kandungan, dari hasil tes ditemukan ada kadar yang di bawah atau di atas normal. Misalnya jika hemoglobin di bawah normal, akan diberi resep untuk menebus suplemen zat besi di apotek (pharmacy). Saya sendiri Vitamin D nya di bawah normal, jadi diberikan resep dosis tinggi, semuanya gratis (jika memang dibutuhkan dan berdasarkan rujukan bidan).

Proses Maternity Certificate dan Birth Certificate

Bagi calon ibu yang sedang menempuh studi, pihak maternity services akan memberikan surat keterangan resmi kehamilan (maternity certificate) sekitar 20 minggu sebelum estimasi hari perkiraan lahir (estimated due date). Sertifikat ini juga berlaku bagi pekerja untuk mengklaim statutory maternity pay dan maternity allowance pada perusahaan (informasi lebih lanjut cek Maternity Certificate Information). Khusus untuk pelajar, maternity certificate bisa digunakan untuk konsultasi dengan tutor atau supervisor dalam mengatur absensi saat melahirkan, jadwal pengumpulan tugas, dan lain sebagainya. Pihak universitas bisa memberikan cuti selama maksimal 3 bulan untuk pelajar yang akan atau baru melahirkan, pastikan semuanya sudah melalui proses negosiasi dan komunikasi dengan universitas. Jangan lupa juga diskusikan rencana kelahiran dengan pihak pemberi beasiswa (jika ada). Sedangkan untuk birth certificate atau akta kelahiran, prosesnya sangat cepat. Pasca kelahiran, prosedurnya hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit, tidak lama seperti di Indonesia yang (sepertinya) harus lapor ke kelurahan dan kecamatan terlebih dahulu.

Pilihan Tempat untuk Kelahiran Bayi

Secara umum, di Inggris ada tiga tempat yang dapat dipilih oleh calon ibu untuk melahirkan anaknya, yaitu di rumah, labour ward (rumah sakit), atau birth centre. Khusus untuk kelahiran anak pertama sebaiknya pilih di rumah sakit atau birth centre, sedangkan untuk kelahiran kedua banyak calon ibu di Inggris yang memilih untuk melahirkan anaknya di rumah. Di hari pertama kontrol dengan bidan, sudah akan ditanya ingin memilih opsi yang mana. Jangan khawatir, keputusan tersebut masih bisa berubah hingga saat melahirkan nanti. Sebaiknya baca dulu artikel NHS Options To Give Birth sebelum bertemu bidan untuk pertama kalinya. Singkatnya, melahirkan di labour ward atau birth centre masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Perbandingan Labour Ward Birth Centre
Kelebihan Ada akses langsung ke obstetrician.
Ada akses langsung untuk anestesi pengurang rasa sakit (khususnya epidural).

Suasana ruangan lebih rileks dan nyaman, keluarga juga bisa ikut menemani.
Lebih natural, minim intervensi medis seperti  forceps atau ventouse.
Proses kelahiran dipantau berkala oleh bidan hingga bayi lahir.
Kekurangan Kurang diperhatikan oleh dokter dan suster, banyak calon ibu dan pasangan merasa terabaikan.
Setelah melahirkan harus langsung pulang atau jika harus menginap akan dipindahkan ke postnatal ward, sendiri karena keluarga tidak boleh menemani.
Tidak ada akses langsung untuk anestesi pengurang rasa sakit (khususnya epidural).
Jika kondisinya darurat dan ada komplikasi, harus pindah ke labour ward agar bisa ditangani langsung oleh obstetrician.

Saya pilih yang mana? Sementara saya dan suami memilih untuk melahirkan di Birth Centre. Setelah cari informasi dari Google, Birth Centre seperti apa di Inggris, langsung jatuh cinta. Di The Whittington Hospital Birth Centre, ruangannya nyaman sekali seperti kamar hotel, lengkap ada double bed untuk partner untuk menginap, kamar mandi dalam, televisi, musik, dan pencahayaan yang bisa diatur. Selain fasilitas seperti kamar hotel tersebut, terdapat juga fasilitas khusus termasuk birthing pools, mats, bean bags, stools, dan birthing balls, untuk membantu proses melahirkan lebih lancar. Terakhir yang paling penting, di The Whittington Hospital Birth Centre ada one-to-one support dari bidan secara intensif. Bagaimana kalau nanti terjadi komplikasi? Untungnya The Whittington Hospital Labour Ward hanya beda lantai dengan The Whittington Hospital Birth Centre, jadi kata bidannya, jika nanti kondisinya darurat, bisa langsung dipindahkan ke labour ward. Baiknya cari Maternity Services yang ada keduanya (birth centre dan labour ward) dalam satu gedung, seperti The Whittington Hospital ini.

Persiapan Kelahiran: Pra, Proses, dan Pasca Kelahiran

Selain tempat, untuk proses kelahiran, calon ibu bisa bebas memilih cara apapun yang diinginkan, baik itu caesar, normal atau water birth semuanya gratis, pilihan juga dapat berubah hingga menjelang kelahiran. Beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir, health visitor biasanya dijadwalkan untuk datang melakukan kunjungan dan memberi buku kesehatan ibu anak atau red book (di Indonesia seperti buku berwarna pink). Selain itu juga diinformasikan untuk mempersiapkan diri ketika muncul tanda-tanda akan melahirkan.

Di Inggris, peraturannya cukup ketat saat mau melahirkan. Walaupun sudah merasakan kontraksi tapi jika belum ada bukaan, saat tiba di rumah sakit, bisa disuruh pulang lagi menunggu di rumah. Selain itu, di Inggris, ibu dan bayi bisa diminta meninggalkan rumah sakit 6 jam setelah melahirkan jika kondisi keduanya sehat. Beda kasusnya, jika ada sesuatu yang terjadi pada proses kelahiran, maka ibu dan anak wajib tinggal di rumah sakit paling lama 4 hari, tanpa biaya tambahan. Jikalau akan menginap, harus bersedia berbagi kamar dengan pasien yang lain, dan keluarga tidak diperbolehkan menemani. Jika ingin kamar pribadi, maka akan dikenakan biaya tambahan.

Pasca melahirkan, bidan akan melakukan kunjungan ke rumah hingga 5 kali di 10 hari pertama untuk memeriksa kondisi ibu dan bayi, bahkan hingga 28 hari jika kondisinya darurat. Selain itu, petugas kesehatan (health visitor) juga akan rutin berkunjung sampai bayi berusia 6 bulan, dan memberikan bantuan lainnya (constant support) sampai anak berusia 5 tahun.

Hamil Saat Studi?

Bagian ini akan diperbarui.

Referensi

http://indonesiamengglobal.com/2015/02/serunya-menjadi-pelajar-dan-calon-ibu-di-inggris/
https://mamarantau.com/tag/pengalaman-melahirkan-di-inggris/
https://hafidzf.wordpress.com/2015/10/29/pengalaman-melahirkan-di-leeds-inggris/
https://cakshon.com/tag/melahirkan-di-inggris/
https://fajrinsarah.wordpress.com/2014/05/15/bukan-sejenis-cerpen-pengalaman-hamil-dan-melahirkan-di-negeri-tiga-singa/

2 thoughts on “Pengalaman: Hamil dan Melahirkan di Inggris

  1. halo mba chiko,,,, blognya membantu banget,,, dan keren banget bisa sedetil itu ngebahasnya…. aku blm sampe baca yang soal baby siii krn belum punya bayi dan belum jadi expectant hahaha,,,, masih di tahap baca yang bagian wedding hehe,,, pas lagi search ttg vendor nemu blog ini, dan calonku bilang “ih temen kampusku ni” haha… dan ternyata kita sama sama sedang menimba ilmu di UK,,,anyway thank you info infonya mbaaa,, =D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s