Panduan: Memilih Clodi (Cloth Diaper)

Cloth Diaper atau sering disebut clodi kalau di Indonesia, merupakan popok kain modern yang bahannya menyerupai disposal diapers (popok sekali pakai atau pospak) yang bisa menyerap dan menahan urine dan pup bayi agar permukaannya tetap kering selama 3-4 jam (maksimal 6 jam) dan bisa dicuci untuk pakai ulang. Clodi yang kualitasnya baik adalah clodi yang bagus daya serapnya agar bayi tidak risih dengan lembabnya itu. Mirip dengan disposal diapers tetapi less chemical content. Biasanya satu paket clodi terdiri dari dua bagian, yaitu insert dan cover. Asal dirawat sesuai dengan cara yang dianjurkan, clodi bisa awet untuk pemakaian selama ± 3 tahun.

Alasan Menggunakan Clodi
  1. Aman untuk bayi karena clodi tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya sehingga bayi dapat terhindar dari iritasi atau ruam popok.
  2. Nyaman untuk bayi karena clodi terbuat dari bahan yang lembut dan sejuk di kulit.
  3. Menggunakan clodi turut mengurangi sampah rumah tangga dan membantu melestarikan lingkungan karena pospak termasuk sampah yang sulit terurai.
  4. Pemakaian clodi (untuk jangka panjang) lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pospak.

Alasan kenapa harus menggunakan clodi dapat lebih detail ditemukan pada artikel Review Clodi Lokal dan Import, di sana turut dijelaskan rincian biaya perbandingan perhitungan penggunaan pospak versus clodi.

Ukuran Clodi: Onesize / Newborn

Clodi terbagi menjadi 2 ukuran (disesuaikan dengan berat badan dan ukuran paha bayi), yaitu ukuran (1) Ukuran reguler onesize, biasanya diperuntukan untuk bayi dengan berat 3-18 kg (berbeda tiap merek), biasanya bisa dipakai untuk bayi usia 0-2 tahun, dan ukurannya bisa diatur menjadi S, M, atau L tergantung perkembangan bayi serta (2) Ukuran newborn baby, ukurannya yang lebih kecil khusus untuk bayi yang baru lahir dengan berat di bawah 3 kg.

Mayoritas ibu baru menggunakan clodi yang ukuran onesize karena bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama, tidak seperti clodi ukuran newborn yang hanya digunakan sebentar. Jadi alternatifnya, selama bayinya belum cukup besar untuk pakai clodi, bisa pakai popok kain tradisional (popok tali biasa) atau pakai pospak terlebih dahulu.

Bagian Clodi: Outer, Inner, Insert/Soaker, Liner

Sebelum memilih jenis clodi yang akan dipakai, penting untuk mengetahui bagian-bagian utama dalam clodi, karena istilah-istilah tersebut akan dipakai untuk membedakan berbagai macam jenis clodi. Secara umum, clodi memiliki 4 lapisan utama, yaitu: (1) Outer (bagian luar permukaan clodi, biasanya bersifat waterproof); (2) Inner (bagian dalam permukaan clodi, biasanya bahannya lembut); (3) Insert/soaker (lapisan utama penyerap urine dan pup bayi); serta (4) Liner (lapisan yang bersentuhan langsung dengan pantat bayi, tipis untuk menjaga permukaan tetap kering).

Lapisan 1: Outer

Outer adalah lapisan yang ada di bagian luar clodi, dan lapisan tersebut menyatu dengan cover. Umumnya terbuat dari bahan polyester atau minky yang bersifat waterproof (anti air). Bahan polyester ini kadang sering disebut PUL (Polyurethane Laminated). Kedua bahan tersebut mampu menahan rembesan urine bayi sehingga tidak langsung tembus. Oleh karenanya, fungsi clodi hampir sama dengan pospak yang dapat digunakan untuk beberapa jam. Bahan polyester tampak seperti bahan kain pada umumnya, sedangkan bahan minky tampak seperti beludru atau bulu rasfur.

outer2
Contoh outer dengan bahan polyester (polos dan motif)

Lapisan 2: Inner

Inner adalah lapisan yang ada di bagian dalam clodi, dan lapisan tersebut menyatu dengan cover. Umumnya terbuat dari bahan yang lembut seperti dari suede, cotton, microfleece, dan bamboo/bamboo charcoal untuk menjaga pantat bayi agar tetap kering (stay-dry). Walaupun begitu jika dibandingkan pospak, inner tidak terlalu kering, agak lembab basah setelah pemakaian. Inner dengan bahan suede paling stay-dry, sedangkan bahan cotton kebalikannya. Sebagai alternatif, bisa menambahkan liner dengan bahan suede di atas semua inner yang tidak berbahan suede.

inner1
Contoh inner dengan bahan bamboo charcoal

Lapisan 3: Insert/Soaker

Fungsi utama dari insert/soaker adalah untuk menampung urine dan pup bayi (seperti gel di pospak). Insert adalah lapisan penyerap urine terpisah yang diletakkan di dalam pocket (antara outer dan inner), digunakan untuk pocket clodi. Sedangkan soaker adalah lapisan penyerap urine terpisah yang diletakkan di atas inner (bukan di dalam pocket), digunakan untuk cover clodi. Insert/soaker ini yang nantinya paling pesing dan menjadi berat jika pemakaiannya terlalu lama.

Insert/soaker bahannya bervariasi, antara lain hemp, bamboo, microterry, atau microfiber; sedangkan bentuknya ada yang berupa mushroom, ada pula yang lurus biasa. Perlu diperhatikan bahwa insert dengan daya serap yang bagus biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dikeringkan. Jika diurutkan dari segi daya tampung, insert bahan hemp paling unggul, disusul dengan insert bahan bamboo, terakhir yaitu insert bahan microfiber. Untuk perbandingan lebih detail terkait bahan insert bamboo dan microfiber, bisa baca di artikel Perbedaan Insert Bamboo dan Insert Microfiber, Insert Clodi Paling Bagus, dan Istilah Bahan Cloth Diaper.

Bahan Insert
Hemp salah satu jenis kain yang digunakan sebagai insert, teksturnya halus, daya serap sangat baik, namun sedikit lambat menyerapnya. Hemp juga memiliki sifat anti-bakteri alami, cocok untuk pemakaian cuaca dingin dan panas. Hemp harus melalui 12 kali pencucian dulu agar mencapai daya serap maksimal.
Bamboo — salah satu jenis kain yang paling sering digunakan sebagai bahan inner dan insert. Selain memiliki tekstur yang sangat lembut, bamboo juga memiliki daya serap yang tinggi, anti-bakteri secara natural, dan tidak menyimpan bau. Clodi berbahan bamboo dianjurkan untuk dicuci (pre-wash) lebih dari 6 kali sebelum digunakan.
Microfiber — salah satu jenis kain dengan tekstur agak kasar seperti handuk merupakan kain yang paling sering digunakan sebagai bahan insert clodi. Microfiber memiliki daya serap yang tinggi (semakin baik seiring dengan penggunaan), hingga bisa menyebabkan kulit menjadi kering apabila bersentuhan lama dengannya. Karena itu, microfiber biasa digunakan sebagai bahan insert untuk clodi model pocket. Kalaupun digunakan sebagai soaker untuk clodi model cover, biasanya bahan microfiber tersebut dilapisi oleh bahan microfleece sehingga kulit bayi tidak bisa bersentuhan langsung dengan bahan microfiber. Walaupun microfiber sangat cepat kering, tetapi lebih mudah bau pesing meskipun belum penuh, dan insert yang sudah terlalu banyak residu perlu di-stripping.

Lapisan 4: Liner

Liner merupakan lapisan tipis dari kain yang ditempatkan di atas inner/soaker di cover diaper (atau di atas insert jika menggunakan pocket diaper) yang berfungsi sebagai untuk menjaga permukaan agar tetap kering dan sebagai pencegah agar pup tidak terlalu mengotori atau meninggalkan noda pada inner. Selain itu, liner juga berfungsi mencegah krim (bila pantat bayi memakai obat berbentuk krim untuk pengobatan ruam popok) mengenai inner. Sebab, jika krim terpapar dengan inner, maka inner bisa berubah sifat menjadi repellent (menolak air).

Liner ada yang sekali pakai (disposable) ada juga yang bisa dicuci dan dapat dipakai berulang kali (washable).  Liner biasanya bersentuhan langsung dengan kulit bayi, maka liner biasanya terbuat dari bahan microfleece yang memang aman dan lembut untuk kulit bayi, maka dari itu kadang liner juga disebut fleece liner. Selain itu, ada juga liner yang terbuat dari bahan bamboo atau bamboo charcoal, dan suede. Pada jenis tertentu, liner ada yang menempel pada inner, ada yang menempel pada insert, atau menjadi kain liner tersendiri (untuk dipasang di atas permukaan insert). Untuk pemakaian lebih dari 3 jam, permukaan liner pada beberapa merk clodi biasanya akan menjadi lembab.

Beberapa istilah lain yang perlu diketahui untuk mempelajari clodi bisa cek di artikel Kamus Istilah Popok, Mengenal Clodi Lebih Dekat, dan Mengenal Istilah dalam Dunia Clodi.

Desain Clodi: Cover / Pocket

Clodi secara umum ada 2 tipe, yaitu cover clodi dan pocket clodi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut merupakan perbandingan antara kedua tipe clodi tersebut.

Cover Clodi Pocket Clodi
Cover clodi yaitu clodi yang tidak memiliki kantung (pocket), soaker sebagai lapisan penyerap urine diletakkan di atas inner. Ada kancing tempel di bagian pangkal dalam cover clodi untuk menyambungkan soaker dan outer clodi. Pocket clodi yaitu clodi yang memiliki kantung (pocket) sebagai tempat untuk memasukkan insert sebagai lapisan penyerap urine. Permukaan dalam pocket clodi biasanya berbahan microfleece yang berfungsi sebagai liner.
(+) Jika soaker sudah penuh, selama outer masih kering dan tidak pesing, cukup ganti soaker saja.
(+) Biasanya soaker sudah dilapisi fleece liner, sehingga aman jika menempel langsung ke kulit bayi.
(+) Bisa menggunakan berbagai jenis bahan dan ukuran insert sesuai preferensi, tidak harus merk yang sama.
(+) Insert tidak mudah bergeser.
(+) Fleece liner sudah menyatu dengan clodi, bisa pakai insert yang biasa.
(-) Tidak bisa sembarang menggunakan soaker karena kancing soaker harus cocok dengan kancing outer, biasanya harus merk yang sama.
(-) Soaker mudah bergeser, kancingnya hanya 1-2 buah di tiap ujung, kadang urine atau pup jadi merembes ke pinggir cover, jadi seluruh clodi harus tetap diganti.
(-) Butuh fleece liner jika soaker belum ada lapisan liner.
(-) Karena liner menyatu dengan outer, jika insert sudah penuh, maka seluruh clodi harus diganti dan dicuci.
(-) Jika kantung kurang lebar, insert akan sulit dimasukkan dan dirapikan.

Selain kedua jenis clodi yang sering di pakai di Indonesia, sebenarnya ada satu jenis clodi yang lain, yaitu All-In-One Clodi merupakan clodi yang memiliki lapisan luar (outer) waterproof dan lapisan penyerap yang sudah terintegrasi dalam clodi ini (dijahit bersama). AIO ideal digunakan saat keluar rumah atau bepergian karena lebih praktis. Kekurangannya, proses pengeringan sehabis dicuci tergolong lama. Harganya juga lebih mahal daripada cover dan pocket clodi.

Saat ini, pocket diaper menjadi pilihan yang paling populer di antara clodi jenis lain, karena lebih praktis dan rapi. Namun khusus newborn banyak yang merekomendasikan lebih baik menggunakan cover clodi karena frekuensi buang urine dan pup masih sangat tinggi, lebih hemat cucian karena cukup ganti soaker saja, sedangkan inner bisa dilap dengan tisue basah. Tetapi, jika tetap ingin menggunakan pocket diaper untuk newborn, bisa disiasati dengan menambahkan fleece liner di atas permukaan inner dari pocket clodi.

Perekat Clodi: Snap / Velcro

Perekat clodi ada 2 jenisnya, yaitu perekat kancing snap dan perekat velcro. Selain kedua tipe tersebut ada juga yang clodi tipe celana (pull-up pants). Berbeda dengan training pants, clodi yang sudah berbentuk celana ini bisa menjadi alternatif saat bayi sudah tumbuh besar, sangat memudahkan proses pemakaian pada bayi yang sudah mulai aktif bergerak, berdiri dan berlari.

Perekat Snap Perekat Velcro
Bagian clodi yang berfungsi mengatur ukuran clodi sehingga pas di tubuh bayi. Biasanya terbuat dari bahan plastik yang kuat sehingga aman untuk bayi (tidak seperti bahan metal yang dapat berkarat apabila terkena urine si kecil). Bagian clodi yang berfungsi untuk mengaitkan antara dua ujung clodi. Berbeda dengan snap yang untuk pemasangannya harus ditekan dengan agak kuat sampai terdengar bunyi “klik”, velcro cukup ditempelkan saja.
(+) Clodi dengan perekat snap lebih awet pemakaiannya, performa tetap (kecuali jika kancingnya lepas).
(+) Lebih aman dipakai untuk bayi.
(+) Saat dicuci tidak akan merusak bagian clodi yang lain.
(-) Kurang rapi karena tergantung kancing yang sudah ada ukuran-ukurannya (kadang ukurannya tidak pas).
(-) Sulit dipakaikan ke bayi, jika bayi sudah lebih aktif (merangkak dan berdiri).
(+) Clodi dengan velcro lebih rapi dan fleksibel menyesuaikan lingkar perut.
(+) Pemakaiannya mudah dan praktis.
(-) Velcro bisa menggesek perut bayi sehingga menyebabkan kemerahan.
(-) Saat dicuci bisa merusak insert/inner.
(-) Pemakaian jangka panjang kurang awet (daya rekat menjadi kurang kuat).
(-) Jika bayinya sudah mulai besar, bayi bisa memainkan velcro, sehingga clodi dapat terbuka.

Namun pada umumnya, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, clodi dengan perekat velcro tetap menjadi favorit ibu baru yang menggunakan clodi. Alasannya clodi dengan perekat velcro bisa dipasang dengan mudah, tetapi juga bisa dilepas dengan mudah bahkan oleh bayi yang tangannya sudah aktif bergerak. Karena itu, clodi model velcro biasanya diperuntukkan untuk bayi baru lahir hingga berat badannya mencapai 10 kg. Apabila bayi tangannya sudah aktif dan mampu melepas velcro, maka disarankan agar bayi juga memakai celana tambahan untuk mencegahnya dari melepas velcro.

Cara Perawatan Clodi

Clodi yang baru dibeli sebaiknya dicuci kering dulu sebanyak 3 kali untuk memaksimalkan daya serapnya, namun beberapa clodi dengan bahan tertentu misalnya bamboo perlu dicuci sebanyak 6 kali sebelum dipakai. Hal yang perlu diperhatikan dalam mencuci clodi:

  • Clodi tidak boleh disetrika.
  • Clodi tidak boleh dicuci dengan soap atau detergent (yang mengandung perfume dan bleach), karena dikhawatirkan akan mengurangi daya serapnya.
  • Alternatifnya, clodi boleh dicuci dengan menggunakan washing ball (cukup rendam clodi ±30 menit), ecowash dan ecospot stick penghilang noda, atau detergent khusus clodi.
  • Clodi yang dicuci dengan mesin cuci dan pengering sebaiknya dimasukkan ke dalam washing net, untuk tetap menjaga kualitas clodi.
  • Jika insert sudah terlalu sering dipakai sehingga permukaannya menjadi keras dan agak bau pesing meskipun sudah dicuci, insert perlu disiram dan direndam dengan air panas (stripping).

Cara mencuci clodi yang lebih lengkap bisa dibaca di artikel Cara Mencuci Clodi, Prewashing Cloth Diaper, dan Panduan Lengkap Cara Merawat Clodi.

Rekomendasi Jumlah Clodi

Terakhir, berapa jumlah clodi yang dibutuhkan? Sebenarnya kebutuhan clodi tergantung dari bayinya. Mayoritas mengatakan 10-12 clodi sudah cukup (dihitung dari pemakaian 5-6 clodi/hari, belum termasuk cadangan), asalkan rajin dicuci setiap hari dan pengeringannya optimal. Namun beberapa ibu ada yang memiliki clodi dengan jumlah cukup banyak, 16, 20, atau ada yang hingga 30 buah clodi untuk cadangan kalau clodi susah kering karena cuaca. Pada prinsipnya, yang diperlukan dalam jumlah banyak (terutama saat musim hujan) adalah insert (karena insert kering lebih lama), pada merk tertentu, beli 1 clodi sudah langsung dapat 2 insert. Clodi ini cocok-cocokan, tergantung badan bayinya (gemuk, kurus, heavy wetter, light wetter), maka untuk awal pembelian, beli satu saja dulu dari beberapa merk. Tujuannya melihat yang pas dipakai bayi, agar tidak mubazir.

Perbandingan Spesifikasi Clodi Per Merk
  1. Review: Clodi (Cloth Diaper) Lokal
  2. Review: Clodi (Cloth Diaper) Impor
Referensi
  1. http://sierindiary.blogspot.co.uk/2015/09/tips-memilih-clodi-ala-mama-sierin.html
  2. http://www.dyahayuamallia.com/2015/03/review-clodi-oh-clodi.html
  3. http://tips-ummi.blogspot.co.uk/2015/05/review-clodi-lokal-dan-import.html
  4. https://nadkhaerunnisa.com/2014/11/22/328/
  5. http://keluargapradhika.blogspot.co.uk/2013/09/plus-minus-jenis-clodi.html
  6. http://babydotdot.com/best-cloth-diaper-disposable-liners/
  7. http://themadolins.blogspot.co.uk/2013/05/

One thought on “Panduan: Memilih Clodi (Cloth Diaper)

  1. Hai Mbak. Aku memakaikan clodi untuk anak sulungku udah 18 bulan. Punya skitar 17an & pas untukku yg nyuci (dgn mesin) sehari sekali. Tp klo udah hujan 2 hari berturut2 sih ya nggak cukup jg segitu, hehe. Kecuali punya insert cadangan. Aku baru tau lho skitar sebulan lalu, klo insert microfiber/MF ada smacam masa berlakunya 😦 skitar setahun aja usianya, setelah itu udah gak maksimal lg daya serapnya meski distripping. Akhirnya aku beliin lg insert baru yg hemp. Udah diprewash 7x kok masih menggenang diatas permukaan ya airnya? Eeeh abis baca postingan ini, ternyata bagusnya 12x toh, hahaha. Ya sudah sambil jalan aja nyucinya. Trims mbak!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s