Masuk usia 6 bulan, Rasya mulai diperkenalkan pada solid food. Dulu bingung sekali, apa saja peralatan yang dibutuhkan, sekarang setelah Rasya berusia 1 tahun. Akhirnya bisa menuntaskan tulisan ini yang sudah menjadi draft semenjak 6 bulan yang lalu, hehe. Apa saja peralatan MPASI yang benar-benar perlu akan diulas pada tulisan ini.

PERALATAN MASAK

Sebelumnya, perlu ditentukan dahulu metode MPASI yang akan digunakan, apakah akan BLW (baby led weaning) atau spoon-feed. Bayi saya, Rasya campur metodenya, kadang BLW kadang spoon-feed, walaupun dulu ada masanya dia GTM (gerakan tutup mulut) saat disuapi, jadi cuma mau BLW saja. Jadi umur 6-7 bulan campur kadang BLW kadang spoon-feed. Umur 8-11 bulan hanya mau BLW, namun semenjak 12 bulan akhirnya (kadang) mau spoon-feed lagi.

Sebenarnya jika menggunakan metode BLW, peralatan masaknya itu sangat simpel, hanya butuh alat kukus saja. Kenapa dikukus bukan direbus? Karena kalau rebus vitaminnya terbuang bersama airnya. Saya sendiri punya alat kukus yang elektrik yang besar dan yang khusus bayi (Beaba Babycook Duo). Jujur, saya lebih sering pakai alat kukus yang biasa karena lebih mudah membersihkannya, dibandingkan Beaba yang terlalu banyak part-part perintilannya. Kalau tidak mau beli yang elektrik, bisa juga kukus dipanci dengan dandang. Semua bahan makanan tinggal dikukus dan disajikan, karena sisanya itu butuh stok mental yang banyak untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang dilempar dan jatuh ke bawah, hahaha. Bersyukurlah jika ada ART yang bisa membantu membersihkannya, untuk para ibu yang tinggal di luar negeri no nanny, we are in this together, this too shall pass! Jangan sedih kalau lebih banyak makanan yang jatuh daripada yang tertelan..

Nah, beda kasusnya kalau memang akan spoon-feed, setelah dikukus, harus dihancurkan sampai halus. Untuk yang ada budget bisa beli blender atau hand-blender atau food processor, atau pakai saja yang sudah ada. Kalau mau beli sebaiknya jangan beli yang khusus bayi, tapi beli yang biasa saja biar bisa dipakai untuk masak selain makanan bayi. Percayalah, saya punya dan hanya dipakai sangat sebentar, untuk yang mau beli dengan alasan investasi jangka panjang atau karena praktis bisa steam blender manasin dan defrost, just don’t, kalau tetap ngotot mau beli, coba pertimbangkan sewa saja karena masuk usia 7-8 bulan yang spoon-feed sudah harus makan makanan cincang atau disaring kasar.

Kalau tidak punya blender atau hand-blender atau food processor dan mau minimalis, sebenarnya setelah dikukus cukup pakai saringan kawat saja, murah dan praktis. Untuk naik tekstur tinggal dibejek-bejek pakai sendok saja. Kitchen gadget saya cukup lengkap, namun jika nanti diberi rejeki anak kedua, akan pakai saringan kawat saja, biar tidak ribet cuci-cucinya.

Kesimpulannya, mau BLW atau spoon-feed, sebenarnya alat masak itu hanya perlu 2, yaitu alat kukus dan saringan kawat. Peralatan masak lainnya seperti pan/wajan, panci, sendok kayu, spatula, sodet, centong, pencapit, talenan, pisau, baby food maker, perasan, food grinder, peeler, masher, alat tumbuk atau ulekan, parutan/grater, gunting makanan, rak piring dan rak botol, slow cooker (lama masaknya, masak bubur bisa pakai panci biasa kok cepat, triknya buat dari nasi yang udah jadi terus tambahkan air), ya ampun panjang ya, itu sebenarnya tidak perlu dan bisa pakai yang sudah ada. Untuk yang mau memisahkan alat-alat masak untuk bayi dan dewasa, percayalah, nanti kalau udah beranjak besar juga bakal kecampur, itu yang mau pisah-pisah paling hanya euphoria semangat MPASI 2 minggu pertama, hahaha, bukan nyinyir, tapi realistis saja. Untuk pan, wajan, dan panci, memang sebaiknya lebih aman untuk bayi jika pakai yang dari ceramic, stainless steel, atau kaca daripada yang teflon.

PERALATAN MAKAN

Peralatan makan ini termasuk sendok, piring, mangkok, gelas. Peralatan makan bayi yang aman itu sebenarnya yang terbuat dari silicone, bamboo, atau stainless steel yang food grade; hindari yang terbuat dari plastik. Untuk cutlery, khususnya sendok bayi saya sudah coba berbagai merk. Beaba is not recommended, terlalu besar ukurannya untuk bayi bahkan sampai umur 1 tahun aja masih terlalu besar. Favorit saja jatuh pada Munchkin Soft Tip Infant Spoon dan Pigeon untuk spoon-feed (walaupun dari plastik tapi tetap cinta), bahannya tidak terlalu keras, tidak terlalu lentur. Untuk bayi latihan pakai alat makan sendiri, saya rekomendasikan Miniware Silicone Spoon and Fork atau Baby Cutlery Set Stainless Steel. Keduanya enak dipegang dan pas ukurannya. Rasya suka sekali makan pakai sendok stainless steel, mungkin karena mirip seperti yang kita gunakan ya. Jadi, tidak perlulah itu sendok keren yang bisa muter-muter atau bisa ukur-ukur temperatur makanan……. (untung saya tidak beli).

Untuk tempat makan, yaitu mangkok dan piring, saya pakai beberapa merk (supaya tidak terus-terusan cuci pakai), yaitu Bumkins Grip Dish (dari silicone), Miniware Set of 5 (dari bamboo, termasuk sandwich plate, snack bowl, cereal bowl, dan 2 suction foot), dan Stainless Steel Baby Plate. Untuk merk Bumkins dan Miniware enak karena bisa melekat ke meja, suctionnya kuat (lebih kuat yang Bumkins dibandingkan Miniware), cocok untuk bayi yang makan dengan metode BLW, walaupun sekarang Rasya sudah kuat untuk melepasnya. Untuk yang stainless steel, baru terpakai saat sudah agak besar karena tidak terlalu sering dibanting-banting (hati-hati kalau masih sering banting-banting, berisik sekali). Dulu saya pernah pakai Pigeon juga untuk spoon-feed (tidak disarankan jika pakai metode BLW karena bisa dibanting-banting mangkok/piringnya).

Terakhir, untuk minum di rumah, saya pakai Doidy Cup. Dulu pernah pakai Pigeon Magmag dan Munchkin 360 Trainer Cup, tapi Rasya tidak suka minum dari situ (mau pakai yang soft spout ataupun straw), lebih suka dari gelas langsung (Doidy Cup) walaupun sampai sekarang masih dipegangin. Tahapannya sebenarnya itu dari botol dot, ke sippy cup, ke straw cup, lalu terakhir ke gelas biasa. Tapi Rasya loncat dari botol dot ke gelas biasa. Baguslah, yang penting sudah tidak pakai dot (kecuali susu). Untuk bayi yang sudah mulai MPASI sebisa mungkin dilepas dari botol dot untuk meningkatkan kemampuan oral motoriknya dalam mengolah makanan ya untuk merangsang lidah dan otot rahang.

Bagaimana jika sedang bepergian? Untuk makanan berat, kalau sedang rajin masak saya bawa di glasslock yang ukuran kecil (kalau tidak rajin, beli di luar saja, makan bersama di restoran), untuk makanan ringan saya simpan di silicone food bag merk re-zip (semacam ziplock tapi reusable). Untuk minum, saya pakai botol minum dari stainless steel supaya awet bisa terpakai sampai besar dan yang spill-proof supaya tidak tumpah saat dibawa-bawa, saya pakai merk Blafre (dengan tambahan Non Spill Drinking Spout) dan Kid Klean Kanteen Sippy Cup, Rasya lebih suka pakai yang Blafre. Sebetulnya Rasya juga mau minum dari NUK First Choice Sippy Cup tapi kami sedang mengurangi penggunaan plastik.

LAINNYA

High chair atau booster seat. Menurut saya ini wajib, penting supaya posisi tegak tidak tersedak, fokus saat makan, dan membiasakan untuk disiplin makan sambil duduk; mau BLW atau spoon-feed. Saya sendiri punya keduanya, high chair merk IKEA dan booster seat merk Bumbo Multi Seat. Tergantung kebutuhan, tapi saya lebih terpakai yang IKEA high chair (murah, mudah dibersihkan, dan tidak makan tempat) daripada booster seat.

Slabber atau bib. Kalau untuk makan dirumah, saya pakaikan kalau ingat saja, hahaha, kadang dipakai kalau sedang malas cuci baju (saya pakai merk Aden Anais Burpy Bib atau Aden Anais Strap Bib, lebih suka yang burpy bib karena lebih lebar). Jika sedang makan di luar, saya biasanya pakai Oxo Tot Roll Up Bib, bahannya silicone lentur bisa dilipat, ada kantung di depan untuk menampung makanan yang jatuh, praktis, dan mudah dibersihkan.

Food jar. Saya beli 2, tapi buat saya dan suami pakai, merknya Tiger, bukan untuk bayi. Karena ukurannya terlalu besar jadi tidak praktis untuk bawa-bawa makanan bayi yang cuma sedikit saja, lebih praktis pakai glasslock. Biasakan makan makanan dingin dari dini, biar tidak repot harus makan makanan yang hangat.

Bagaimana dengan squeeze feeder, nibbler, atau food feeder? Tidak perlu. Lalu bagaimana dengan baby cubes / pots / tray dan ziplock bags untuk menyimpan frozen puree cubes? Niatnya pasti ingin membuat kaldu atau puree dalam batch besar lalu disimpan di freezer, percayalah, saya pernah melakukannya, ujung-ujungnya pada terbuang karena bayi palingan makan puree cuma 1-2 bulan pertama saja (itu kalau spoon-feed ya). Kaldu juga, serajin apa buat kaldu dalam batch besar? Apalagi sekarang sudah ada Pura kaldu tanpa MSG, bukan iklan, tapi benar-benar suka pakai Pura, hehe. Jadi kesimpulannya, tidak perlu.

One thought on “Panduan: Peralatan Makan Bayi (MPASI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s