Kali ini saya ingin mengulas mengenai kereta dorong bayi a.k.a. stroller atau kalau di Inggris, lebih sering disebut “buggy”. Kebetulan saya memiliki beberapa stroller, 2 beli, 1 kado. Selain itu pernah diskusi juga dengan ibu-ibu di sini yang memiliki stroller beragam merk, jadi semoga bisa saling melengkapi ya. Dulu saya sempat bingung, mending beli yang lightweight (cabin approved) atau yang biasa saja, model lipat atau payung, yang bisa dipakai dari newborn atau yang awet dipakai hingga toddler, dan berderet kriteria lainnya. Pada akhirnya, setelah 1 tahun lebih saya rutin menggunakan stroller ini dan mencoba beberapa stroller lain, jika saya disuruh pilih hanya 1 stroller, saya akan pilih stroller ini, yaitu Bugaboo Bee 5. Ulasan di bawah merupakan pendapat saya sendiri berdasarkan pengalaman saya selama 1 tahun lebih pakai stroller ini.

Bugaboo Bee 5 bisa dipakai untuk bayi dengan berat 0-17 kg, kira-kira bisa dipakai hingga anak usia 3-4 tahun (tergantung dari berat badannya ya). Dulu sempat mau beli stroller yang bisa sampai 20-25 kg, biar awet, tapi kekurangannya biasanya stroller seperti itu tidak bisa dipakai dari newborn (tidak bisa layflat). Lagipula, biasanya anak yang sudah besar sudah bisa jalan sendiri dan tidak mau pakai stroller (disini umumnya anak usia 3 tahun ke atas pakai scooter). Backrest dan footrest juga extendable, jadi nyaman untuk dipakai bayi/anak yang tinggi panjang.

BABY APPROVED

Nah, ini faktor paling penting dalam memilih stroller, karena buat apa beli stroller jika bayinya tidak nyaman untuk duduk/tidur di stroller? Pertama, kursinya reversible. Bisa hadap depan (facing the world), bisa hadap belakang (parent-facing). Rasya sampai umur 12 bulan itu masih parent-facing. Kalau tidak lihat ibunya, suka nangis di stroller, insecure sekali kamu, Nak, nanti kalau sudah punya pacar tolong ibunya jangan dilupakan ya. Baru semenjak umur 12 bulan, kursinya dicoba lagi untuk dihadapkan ke depan, akhirnya dia bisa tenang duduk liat-liat pemandangan, hehe, sudah bosan sepertinya lihat ibunya saja..

Kursinya juga bisa di-recline sesuai kebutuhan. Bisa lay flat (datar), supaya bayi bisa istirahat, atau ditegakkan saat anak sedang segar bugar semangat ingin lihat dunia luar. Oia, Bugaboo Bee 5 bisa tetap dilipat, mau kursinya hadap depan atau hadap belakang, super ciamik.

Nah, bisa lay flat juga salah satu faktor penting agar stroller bisa dipakai semenjak newborn. Sebenarnya agar Bugaboo Bee 5 bisa dipakai dari newborn ada 3 pilihan (harus beli aksesoris tambahan), yaitu (1) Carseat yang dihubungkan dengan adaptor; (2) Bugaboo Bee Baby Cocoon; dan terakhir (3) Bugaboo Bee Carry Cot. Saya sendiri kebetulan lengkap memiliki ketiganya.

Saat baru lahir sekali, 1 bulan pertama, saya menggunakan Bugaboo Bee Carry Cot. Ini benar-benar datar, tidak ada seat belt nya. Jadi lebih berat (karena carry cot nya lumayan berat) dan butuh adaptor tambahan. Saat carry cot melekat ke stroller, tidak bisa dilipat ya. Nah, tapi kalau bayi tidur, bisa dilepas carry cot dari rangka dan dibawa ke kamar, bayi tetap tidur, tidak perlu digendong untuk dipindahkan dari stroller. Kalau pakai car seat kasusnya juga sama ya. Tapi entah mengapa, Rasya kurang suka kalau di carry cot, dikit-dikit nangis, mungkin karena datar dan lihat ke atas hanya terlihat canopy stroller.

Akhirnya setelah 1 bulan menggunakan carry cot, saya coba pakai Bugaboo Bee Baby Cocoon. Bertahan hingga Rasya berusia 8 bulan (karena udah terlalu panjang badannya, sudah tidak cukup di cocoon), lumayan lama. Selama pakai itu, Rasya suka sekali duduk dan tidur di stroller, dia super anteng di dalam baby cocoon itu. Bugaboo Bee Baby Cocoon itu aksesoris tambahan (tidak perlu pakai adaptor), yang dilekatkan ke kursi stroller. Jadi bisa dilipat langsung, praktis. Untuk car seat, dibahas di bagian selanjutnya ya.

Selain kursinya yang empuk, lega, dan lebar (Rasya badannya lumayan besar dan panjang), ada tambahan lagi, sun canopy atau hood nya juga sangat lebar dan extendable, bisa mengurangi cahaya masuk saat anak tidur atau menghalangi panas matahari. Rasya sering silau atau mudah terbangun kalau ada cahaya, jadi kalau canopy dilebarkan saat dia sedang tidur, wah, tidurnya bisa lama lumayan.

Bugaboo Bee 5 punya four wheel suspension; manuvernya beda sama stroller lain yang saya miliki. Dengan 1 tangan bisa dorong dan dibelokkan, kadang 1 tangan lagi sambil pegang handphone (jangan ditiru, tapi mau gimana lagi, harus lihat peta daripada nyasar di London). Mau dibawa ke jalan yang tidak rata, walaupun gugurubukan, Rasya yang sedang tidur tidak terbangun, saking stabil dan smooth-nya.

TRAVEL SYSTEM

Awalnya baca-baca kurang mengerti, apa maksudnya dari istilah “travel system” ini. Ternyata oh ternyata, adalah stroller yang bisa integrated dengan car seat (dihubungkan dengan adaptor). Di Inggris, peraturannya cukup ketat, bayi harus menggunakan car seat jika bepergian dengan mobil. Kebetulan tante saya sudah permanen tinggal di Inggris dan saat mengungjungi serta jalan-jalan dengan beliau, biasanya pakai mobilnya. So, car seat is a must. Kalau tidak, bisa ditilang.

Saat kami ke Indonesia juga selalu pakai car seat, waktu itu umurnya 6-8 bulan. Nah, kenapa travel system itu penting? Jadi bayi yang duduk di car seat, bisa langsung dipindahkan ke stroller langsung termasuk dengan car seat tanpa harus digendong, jadi kalau tertidur di car seat, tidak akan terbangun. Kami pakai Maxi Cosi Pebble Plus disambungkan dengan adaptor (keduanya beli terpisah), yang harusnya bisa dipakai dari umur 0-12 bulan. Kenyataannya saat Rasya umur 8 bulan, kakinya sudah keleleran kemana-mana, dan badannya udah melebar jadi kasihan kesempitan di car seat.

WEIGHT & DIMENSION

Cinta sekali dengan buggy ini. Bentuknya ramping dan compact, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, dalam artian, roda depan dan roda belakang lebarnya sama (lebar stroller 53 cm), tidak ada yang lebih besar, sehingga bisa “nyempil” saat naik bis di London. Kebetulan untuk naik bis di London biasanya maksimal 2 stroller, tapi kadang kalau semuanya ramping-ramping, bisa muat jadi 3 stroller. Pengalaman saya, waktu bawa stroller ini ke Milan, juga cukup untuk masuk pintu bis yang sempit atau jika pintu bisnya ada besi pembatas keluar/masuk. Bugaboo Bee 5 menurut saya tidak terlalu berat (8.9 kg) walaupun beratnya masih kalau jika dibandingkan dengan cabin stroller yang rata-rata hanya sekitar 5-6 kg.

Nah, ini tergantung kebutuhan ya, ternyata untuk dipakai di London, yang hampir setiap saat pakai transportasi publik (bis dan tube), ternyata stroller juga harus kokoh, karena ada saatnya stroller bisa terpental (walau sudah dalam posisi dikunci), jika bis rem mendadak. Nah, kadang Bugaboo Bee 5 ini pernah beberapa kali terpental saat bis rem atau belok mendadak (pengalaman ekstrim, sempat 1 kali hampir keguling, untung saya sempat menangkapnya), nah, bagaimana kalau pakai yang cabin stroller yang lebih ringan? Wah, kacau. Hahaha.. Tapi, untuk bawa barang belanjaan yang digantungkan di handle, dan posisinya diam tidak akan terjungkir, kokoh kok. Itu di bis karena kaya metro mini di Jakarta aja nyupirnya. Orang-orang juga pada protes. Jadi menurut saya, untuk berat 8.9 kg ini tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat, pas lah untuk “diabuse” di transportasi umum di kota London ini.

Untuk saya yang menjadi single parent di London (karena saya harus LDM dengan suami), dan beberapa kali bepergian naik pesawat hanya berdua bayi saja, bisa melipat stroller dengan 1 tangan itu penting! Jadi 1 tangan gendong bayi, 1 tangan lagi lipat stroller, dan Bugaboo Bee 5 bisa dilipat dengan 1 tangan (asal keranjang bawahnya kosong ya, agak sulit terlipat kalau keranjangnya penuh barang). Kalau dilipat dimensinya menjadi 90 x 46.5 x 32 cm. Handlebar (pegangan stroller) juga bisa dinaikkan, jadi bisa disesuaikan dengan tinggi ibu/bapaknya yang bawa, ini lumayan penting ternyata, jadi tangannya tidak pegal.

ACCESSORIES

Raincover sudah termasuk saat beli Bugaboo Bee 5 ini. Aksesoris yang wajib dimiliki, apalagi kalau tinggal di London yang sangat windy dan suka gerimis. Kapasitas keranjang di bawahnya sangat besar, bisa menampung barang sampai 4 kg. Saya sendiri kalau belanja groceries dan ditaruh ke keranjangnya, kadang suka melebihi kapasitas maksimalnya, bisa sampai 10 kg lebih (jangan ditiru ya), tapi untung sampai sekarang tidak (atau belum) rusak, haha.

Terakhir, nilai plus yang penting tidak penting, adalah, banyaknya aksesoris tambahan yang bisa dibeli dan customizable! Bisa ganti kanopi, seat, grids (pegangan). Kalau nanti ada anak kedua, saya sepertinya ingin beli kanopi dengan warna yang berbeda, jadi seperti stroller baru; dan juga rencananya akan beli Bugaboo Pushchair Comfort Wheeled Board sebagai aksesoris tambahan untuk bawa anak sulung saya.

Harganya memang tidak murah, tetapi ini benar-benar investasi jangka panjang, benar-benar terpakai semenjak lahir, hingga sekarang. Bugaboo Bee 5 memang stroller yang paling nyaman untuk anak yang duduk di dalamnya dan untuk orang tua yang menggunakannya.

NOTES

Untuk pemakaian di Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang pemakaian di stroller hanya untuk ke mall saja biasanya (dan lebih sering jadi tempat bawa belanjaan bundanya, hayo ngaku), sebenarnya tidak butuh stroller dengan spesifikasi seperti Bugaboo Bee 5. Jadi kembali lagi ke kebutuhan masing-masing ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s